Kota Metro, Pedulihukum.com — Suara hentakan kaki para pendekar berpadu dengan alunan musik tradisional Banten menggema di halaman Sekretariat Pendekar Banten Kota Metro, Sabtu pagi, 25 Oktober 2025. Di bawah langit cerah, ratusan pendekar dari berbagai perguruan silat Sekampung berkumpul untuk memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-5 Pendekar Banten Kota Metro, sebuah perayaan yang sarat makna kebersamaan dan semangat bela negara.
BACA JUGA : Rio Remota dan Djoni Oplet Gelar Kontes Burung Perkutut Meriahkan HUT Desa Hanura
Acara dimulai pukul 09.00 WIB dan dipenuhi berbagai atraksi seni bela diri, termasuk pentas seni budaya dan pertunjukan Debus Surosowan Pencak Silat dari 22 perguruan silat se-Lampung. Suasana semakin hidup ketika para pendekar menunjukkan kekuatan fisik dan spiritual melalui aksi-aksi debus yang menegangkan namun penuh filosofi.
Dipimpin oleh Tubagus Haji Ismail, pimpinan Silat dan Debus Banten Surosowan Provinsi Lampung, kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi besar dan simbol pelestarian budaya Banten di tanah perantauan.
“Di sini telah hadir dari berbagai macam perguruan. Kita akan berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Lampung untuk memajukan budaya Banten di 15 kabupaten/kota,” ujar H. Ismail penuh semangat di hadapan para pendekar dan tamu undangan.
Tak hanya itu, peringatan Harlah ke-5 ini juga menjadi momentum penting untuk menanamkan nilai-nilai bela diri, bela bangsa, dan bela negara yang telah menjadi semboyan utama organisasi. Dalam surat undangan resmi yang ditandatangani oleh Ketua Panitia Erfir Thabrani R.A., S.Sos dan diketahui oleh Tb. Ismail Saleh, SH, acara ini juga mengajak seluruh anggota untuk memberikan kontribusi positif bagi kemajuan organisasi dan pelestarian budaya.
Hadir pula Tubagus H. Hengky, Ketua Persatuan Pendekar Persilatan Seni Budaya Banten Indonesia (PPPSBBI) Provinsi Banten, yang memberikan apresiasi atas kekompakan dan kerja keras para pendekar.
“Alhamdulillah, saya ucapkan selamat Harlah ke-5 tahun Pendekar Banten Kota Metro. Alhamdulillah hari ini berjalan dengan baik. Kita dari Persilatan Banten dan Debus Banten berkomunikasi dengan pemerintah, TNI, Polri, maupun pembina prestasi untuk anak-anak sekolah SD, SMP, dan juga SMA agar mendapatkan prestasi di berbagai ajang kejuaraan. Mudah-mudahan prestasi ini tetap terjaga dan seni budaya ini dilestarikan oleh anak-anak kita dan keluarga besar Pendekar Banten. Semoga Pendekar Banten Kota Metro tetap jaya selalu,” ujarnya penuh optimisme.
Acara ini juga dihadiri oleh Guru Besar Debus Singa Manda Pandawa Lima Lampung, Tubagus H. Rozali Raden Nasruddin, serta sejumlah tokoh budaya dan pendekar dari berbagai daerah. Mereka menegaskan bahwa silat dan debus bukan sekadar pertunjukan fisik, tetapi juga sarana spiritual dan moral dalam membentuk karakter generasi penerus bangsa.
Selain menampilkan aksi bela diri, kegiatan Harlah kali ini juga dirangkai dengan doa bersama dan refleksi sejarah perjuangan para pendekar Banten di masa lalu. Tema yang diusung, “Bela Diri, Bela Bangsa, Bela Negara – NKRI Harga Mati”, menggema kuat di antara peserta sebagai bentuk komitmen terhadap persatuan dan keteguhan dalam menjaga budaya Nusantara.
BACA JUGA : LPAI Lampung Dukung Xaverius Perkuat Perlindungan Anak di Sekolah
Dengan semangat kebersamaan, Harlah ke-5 Pendekar Banten Kota Metro menjadi lebih dari sekadar perayaan — ia adalah manifestasi cinta terhadap tanah air, budaya, dan jati diri bangsa. Dari Kota Metro, semangat Banten kembali menyala untuk Indonesia.
Tag:
Pendekar Banten, Silat Banten, Debus Banten, Budaya Nusantara, Kota Metro, Lampung, PPPSBBI, Surosowan Banten, Bela Negara, Harlah Pendekar