Reaksi Cepat Krisis Air Pulau Pisang, BBWS Mesuji Sekampung Pulihkan Pipa 2,4 Km dalam 4 Hari
- account_circle Redaksi
- calendar_month 13 jam yang lalu
- visibility 19
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Pesisir Barat, Pedulihukum.com —Reaksi Cepat Krisis Air Pulau Pisang menjadi sorotan setelah Tim Operasi dan Pemeliharaan (OP-2) bergerak menanggulangi krisis air bersih di Pulau Pisang, Kabupaten . Gangguan itu menyebabkan sekitar 1.800 jiwa di enam pekon mengalami kekurangan air bersih akibat terputusnya pipa jalur laut sepanjang 2,4 kilometer dari Pulau Sumatera.
Reaksi Cepat Krisis Air Pulau Pisang: Pipa Jalur Laut Terputus
Kerusakan pipa bawah laut itu membuat distribusi air bersih terhenti total. Warga di Pekon Tembaka dan lima pekon lainnya terpaksa mengandalkan sumber air terbatas. Situasi tersebut memicu respons cepat dari BBWS Mesuji Sekampung yang langsung menurunkan tim teknis dan penyelam profesional.
Perbaikan dipimpin langsung oleh Pejabat Pembuat Komitmen Operasi dan Pemeliharaan, MF. Yuniar. Ia mengoordinasikan tim lapangan bersama tim selam dari Jakarta, termasuk personel Pasukan Katak TNI-AL. Dalam waktu empat hari, jalur pipa yang terputus berhasil diperbaiki dan kembali berfungsi.
Reaksi Cepat Krisis Air Pulau Pisang: Empat Hari Pemulihan

Dok.foto istimewa: MF. Yuniar pimpin langsung perbaikan pipa jalur laut yang mensuplai kebutuhan air baku untuk warga Pulau Pisang.
MF. Yuniar menjelaskan bahwa perbaikan jalur laut memerlukan ketelitian tinggi karena berada di dasar perairan dengan kondisi arus yang cukup menantang.
“Keterlibatan masyarakat serta menjaga aset negara yang dibangun pemerintah untuk kepentingan publik dan kesejahteraan warga menjadi tanggung jawab kita bersama,” ujar MF. Yuniar, Minggu (22/2/2026).
Ia menambahkan, respons cepat ini menjadi bagian dari komitmen BBWS dalam menjaga keberlanjutan layanan dasar, khususnya akses air bersih bagi masyarakat kepulauan.
“Kami memastikan seluruh sambungan pipa yang terputus telah diuji dan kembali normal. Distribusi air bersih kini sudah mengalir ke enam pekon terdampak,” kata Yuniar.
Apresiasi Pemerintah Daerah dan Manfaat bagi Warga
Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat mengapresiasi langkah cepat tersebut. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pesisir Barat, yang mewakili pemerintah daerah, menyampaikan penghargaan atas kinerja tim BBWS Mesuji Sekampung.
Perbaikan ini tidak hanya memulihkan distribusi air, tetapi juga mengembalikan aktivitas ekonomi dan sosial warga. Air bersih menjadi kebutuhan mendasar untuk rumah tangga, pertanian skala kecil, hingga layanan kesehatan.
Warga Pekon Tembaka menyambut baik selesainya perbaikan. Mereka menilai langkah sigap pemerintah pusat melalui BBWS telah mencegah krisis berkepanjangan di wilayah kepulauan yang akses infrastrukturnya terbatas.
Komitmen Pembangunan dan Keberlanjutan
Kegiatan ini menunjukkan pentingnya sistem operasi dan pemeliharaan infrastruktur sumber daya air. Jalur pipa bawah laut sepanjang 2,4 kilometer itu merupakan aset vital yang menghubungkan Pulau Pisang dengan sumber air di daratan Sumatera.
Respons cepat tersebut sekaligus mempertegas sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan unsur TNI dalam memastikan pelayanan publik tetap berjalan. Dengan normalnya kembali distribusi air, sekitar 1.800 jiwa kini dapat kembali beraktivitas tanpa kekhawatiran kekurangan air bersih.
Langkah ini menjadi contoh bagaimana penanganan cepat dan terkoordinasi mampu meminimalkan dampak krisis infrastruktur di wilayah terpencil.| Red
TAG:
BBWS Mesuji Sekampung, Pulau Pisang, Pesisir Barat, krisis air bersih, Lampung, infrastruktur air, Pasukan Katak TNI AL, MF Yuniar
- Penulis: Redaksi
