Operasi Ketupat 2026: Satlantas Polres Lampung Selatan Survei Jalur Lintas dan Buffer Zone
- account_circle Redaksi
- calendar_month 6 jam yang lalu
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Lampung Selatan, Pedulihukum.com — Operasi Ketupat 2026 mulai dipersiapkan lebih dini oleh . Satuan Lalu Lintas setempat menyisir jalur lintas tengah, lintas timur, serta sejumlah titik buffer zone pada Sabtu, 21 Februari 2026, sejak pukul 09.00 WIB. Langkah ini dilakukan untuk memetakan potensi kerawanan menjelang arus mudik dan balik Idul Fitri 1447 Hijriah.
Survei dipimpin langsung Kasat Lantas AKP M. Erza Nasution, S.Tr.K., S.I.K., bersama jajaran perwira dan bintara. Tim bergerak dari satu titik ke titik lain, memeriksa kondisi jalan, kesiapan lokasi penyangga kendaraan (buffer zone), hingga efektivitas skema skrining tiket di sekitar pelabuhan.
Pemetaan Jalur dalam Operasi Ketupat 2026
Dalam rangka Operasi Ketupat 2026, tim meninjau sejumlah titik strategis di jalur lintas tengah dan lintas timur. Lokasi yang disurvei antara lain Lapangan Expo Kalianda, RM Tiga Saudara Gayam, Timbangan Gayam, RM Kita Bakauheni, RM Gubuk Seng, Pelabuhan Bakauheni, Pelabuhan BBJ, area parkir depan Pelabuhan BBJ, hingga RM Tiga Saudara Ketapang.
Titik-titik tersebut diproyeksikan menjadi buffer zone untuk mengurai kepadatan kendaraan sebelum memasuki kawasan pelabuhan. Skema ini dinilai krusial mengingat Lampung Selatan merupakan pintu gerbang utama penyeberangan Jawa–Sumatera.
Selain memeriksa buffer zone, petugas juga menelusuri kondisi fisik jalan nasional. Di jalur lintas tengah, tim menemukan sejumlah ruas berlubang di Desa Way Urang, Desa Tajimalela, Desa Palembapang, dan Desa Pasuruan. Kerusakan itu berpotensi memicu kecelakaan, terutama saat volume kendaraan meningkat tajam pada musim mudik.
Sementara itu, di jalur lintas timur, petugas mendapati pekerjaan perbaikan jalan yang belum dilengkapi rambu lalu lintas secara memadai. Minimnya tanda peringatan dinilai berisiko membahayakan pengendara, khususnya pada malam hari.
Koordinasi Lintas Instansi
AKP M. Erza Nasution menegaskan survei ini merupakan langkah preventif untuk memastikan kesiapan jalur sebelum operasi dimulai.
“Survei ini kami lakukan untuk memastikan kesiapan jalur mudik, termasuk buffer zone dan kondisi infrastruktur jalan. Titik-titik yang berpotensi membahayakan pengendara akan segera kami koordinasikan dengan instansi terkait,” ujar Erza.
Ia menambahkan, terkait temuan jalan berlubang di ruas nasional, pihaknya akan berkoordinasi dengan selaku penyelenggara jalan agar segera dilakukan perbaikan.
Koordinasi lintas instansi menjadi kunci dalam pelaksanaan Operasi Ketupat 2026. Tidak hanya kepolisian, tetapi juga pengelola jalan, otoritas pelabuhan, dan pemangku kepentingan lainnya harus bergerak serentak. Tanpa perbaikan infrastruktur dan manajemen lalu lintas yang presisi, lonjakan kendaraan berisiko menimbulkan kemacetan panjang bahkan kecelakaan beruntun.
Menjaga Kamseltibcarlantas
Satlantas Polres Lampung Selatan menyatakan akan terus memantau perkembangan di lapangan. Evaluasi berkala dilakukan agar setiap temuan segera ditindaklanjuti sebelum puncak arus mudik.
Langkah ini diarahkan untuk menjamin keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas). Dengan persiapan lebih awal, aparat berharap arus mudik dan balik Idul Fitri di wilayah Lampung Selatan berjalan aman dan kondusif.
Di tengah prediksi meningkatnya mobilitas masyarakat pada 2026, kesiapan teknis dan respons cepat terhadap temuan lapangan akan menjadi penentu keberhasilan operasi. Polisi berupaya memastikan bahwa jalur mudik bukan hanya terbuka, tetapi juga layak dan aman dilalui. | Red
- Penulis: Redaksi
