Selasa, April 14
Shadow

Perkuat Ketahanan Pangan, BBWS Mesuji Sekampung Bersihkan Saluran Irigasi di Dua Wilayah Strategis



‎Lampung Utara, pedulihukum.com  — Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung terus mengintensifkan langkah strategis dalam mendukung Program Strategis Nasional di sektor ketahanan pangan. Salah satu upaya nyata yang dilakukan adalah peningkatan kesiapsiagaan serta penanganan banjir melalui normalisasi jaringan irigasi di sejumlah titik Daerah Irigasi (DIR).

‎Kegiatan utama dipusatkan di wilayah Paraduan Waras, Kecamatan Abung Timur, Kabupaten Lampung Utara. Di kawasan ini, BBWS Mesuji Sekampung melakukan serangkaian pekerjaan teknis guna memastikan aliran air tetap lancar dan terkendali, sekaligus melindungi areal persawahan masyarakat dari risiko banjir.

‎Langkah awal yang dilakukan adalah penanggulangan gulma yang menghambat aliran air di titik Sypon 12. Selain itu, tim di lapangan juga melakukan pengangkatan sedimentasi berupa lumpur serta pembersihan gulma di sepanjang saluran tata karya, Dayamurni, hingga Pulung Kencana.

‎Pekerjaan ini mencakup saluran primer dan sekunder yang terhubung langsung dengan Bendung Way Rarem, sebagai sumber utama distribusi air irigasi bagi lahan pertanian di wilayah tersebut. Kondisi saluran yang sebelumnya mengalami pendangkalan dan penyumbatan dinilai menjadi salah satu faktor utama terjadinya luapan air saat intensitas hujan meningkat.

BACA JUGA: Pelantikan JMSI Lampung 2026 Kian Dekat, Persiapan Dikebut dan Dukungan Menguat

‎Selain di Lampung Utara, kegiatan serupa juga dilakukan di wilayah Tulang Bawang Udik, Kabupaten Tulang Bawang Barat. Di lokasi ini, BBWS Mesuji Sekampung melaksanakan pengangkatan gulma dan sedimentasi pada saluran primer guna menjaga kelancaran distribusi air serta mencegah terjadinya penyumbatan yang dapat memicu banjir di lahan pertanian.

‎Kegiatan yang telah berlangsung pada bulan Februari ini difokuskan pada normalisasi saluran pembuang (kolektor). Hingga saat ini, pekerjaan yang telah terealisasi mencakup penanganan dari BR 13 hingga BR 35 pada saluran primer dan sekunder dengan total panjang mencapai sekitar 19 kilometer. Capaian tersebut menunjukkan progres signifikan dalam upaya pemulihan fungsi jaringan irigasi di wilayah terdampak.

‎Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Sumber Daya Air BBWS Mesuji Sekampung, Yuniar, menegaskan bahwa normalisasi saluran pembuang merupakan langkah strategis yang tidak bisa ditunda, mengingat perannya yang vital dalam sistem irigasi.

‎“Normalisasi saluran pembuang ini kami lakukan untuk memastikan air dapat mengalir dengan lancar dan tidak terjadi penumpukan yang berpotensi menyebabkan banjir di lahan pertanian. Dengan kondisi saluran yang bersih dan optimal, risiko gagal panen akibat genangan dapat ditekan,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).

‎Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya bersifat penanganan jangka pendek, tetapi merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam pengelolaan sumber daya air.

‎“Ke depan, kami akan terus melakukan pemeliharaan rutin dan peningkatan kapasitas saluran, sehingga sistem irigasi di wilayah ini mampu mendukung produktivitas pertanian secara maksimal,” tambahnya.

‎Melalui langkah konkret ini, BBWS Mesuji Sekampung berharap dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat, khususnya para petani, dalam menjaga stabilitas hasil panen. Selain itu, upaya ini juga menjadi bagian penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan.

‎Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, pengelolaan irigasi yang optimal diyakini mampu menjadi fondasi kuat bagi peningkatan kesejahteraan petani serta ketahanan pangan di Provinsi Lampung. (*)