
Di Ruang Rawat yang Hening, Keluarga Berjuang dalam Bahasa Isyarat
Bandar Lampung, pedulihukum.com — Di samping ranjang tempat Adik Zulya Ulfa (4,5 tahun) terbaring memulihkan diri, sebuah diskusi keluarga sedang berlangsung. Namun, tidak ada suara perbincangan, tidak ada keluh kesah yang terucap lewat lisan. Ruangan itu begitu hening, hanya ada gerakan jemari dan tatapan mata yang sarat beban batin mendalam.
Bapak Leman (49), Ibu Mulyanah (45), dan sang kakak M. Jefri Pratama (7)—yang ketiganya merupakan penyandang tuna wicara—berkomunikasi dalam diam, membicarakan kondisi Ulfa yang masih menjalani perawatan intensif di RS Abdul Moeloek.
Di balik keheningan itu, ada kebingungan yang nyata tentang hari esok. Sudah hampir tiga minggu keluarga prasejahtera ini terhenti total dari mata pencaharian. Bapak Leman tidak dapat lagi bekerja serabutan, sementara Ibu Mulyanah tidak bisa berjualan kue keliling karena harus mendampingi Ulfa sepenuhnya di rumah sakit.
Beban Ekonomi yang Kian Menekan Keluarga Prasejahtera
Masalah operasional harian, biaya pemulihan pasca-operasi, serta kebutuhan obat dan nutrisi tambahan yang tidak seluruhnya tercover BPJS, menjadi beban yang terus membayangi keluarga.
Setiap gerakan isyarat tangan sang ayah tampak mencerminkan kelelahan dan kecemasan akan kondisi yang harus mereka hadapi tanpa kepastian ekonomi yang stabil.
Harapan yang Disampaikan dalam Bahasa Isyarat
Di tengah keterbatasan komunikasi verbal, keluarga ini tetap menyimpan harapan besar. Mereka mungkin tidak dapat mengucapkan permohonan bantuan dengan lantang, namun setiap gerakan tangan dan tatapan mata menjadi bentuk harapan yang mereka titipkan kepada dunia luar.
Sahabat, keluarga Bapak Leman tidak bisa mengucap kata “minta tolong” dengan suara, tetapi mereka menyampaikannya melalui bahasa yang sunyi namun penuh makna.
LPAI Lampung Timur Turun Tangan Pastikan Hak Anak Terpenuhi
Ketua LPAI Lampung Timur, Decxy Vicry Angga, S.H., menjelaskan bahwa keterlibatan pihaknya berawal dari informasi yang diterima dari rekan di wilayah Labuhan Maringgai. Sebagai lembaga perlindungan anak, pihaknya langsung bergerak untuk memastikan hak anak terpenuhi selama perawatan.
“Awalnya saya dikabarkan oleh rekan saya yang berada di Labuhan Maringgai, karena kita Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) dan hal itu adalah salah satu tugas kita untuk memastikan bahwa hak anak terpenuhi. Zulya Ulfa kan dirawat di RS Abdul Moeloek, kita pastikan hak-haknya terpenuhi,” jelasnya.
Pertemuan yang Menggugah Empati Kemanusiaan
Ia mengungkapkan bahwa pertemuan dengan keluarga Ulfa meninggalkan kesan emosional yang mendalam.
“Kami sangat tersentuh saat pertama kali kami jumpa keluarga Zulya Ulfa dengan melihat keadaan ananda dan orang tuanya, yang mana orang tua ananda mempunyai keterbatasan atau tunarungu wicara,” ungkapnya.
Bantuan Donasi Sudah Disalurkan ke Keluarga
LPAI Lampung Timur juga telah melakukan penggalangan donasi untuk membantu kebutuhan keluarga. Bantuan tersebut telah disalurkan langsung kepada pihak keluarga Ulfa.
“Kemarin kita adakan open donasi, Alhamdulillah dapat walaupun tidak banyak ya semoga bermanfaat, dan hasil donasi tersebut sudah kita salurkan kepada orang tua Zulya,” katanya.
Kondisi Terbaru: Operasi Berjalan Lancar
Ia juga menyampaikan bahwa berdasarkan informasi terakhir, tindakan operasi kulit yang dijalani Adik Zulya Ulfa berjalan dengan baik.
“Terakhir kali kami menjenguk pada tanggal 11/6/2026 kemarin, pihak rumah sakit menjadwalkan tindakan operasi kulit. Alhamdulillah operasi berjalan dengan baik dan lancar, kondisi ananda Zulya saat ini sudah membaik,” ujarnya.
Komitmen Pendampingan dan Ajakan Kepedulian
LPAI Lampung Timur menegaskan bahwa pendampingan tidak akan berhenti sampai proses pemulihan selesai.
“Ya, kita dari LPAI Lampung Timur akan terus berupaya memberikan pendampingan untuk ananda Zulya Ulfa ke depannya,” tambahnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut membantu meringankan beban keluarga.
“Harapan kami untuk masyarakat di luar sana khususnya masyarakat Lampung Timur mari kita ulurkan tangan untuk membantu meringankan beban ananda Zulya Ulfa. Jika ingin berpartisipasi atau memberikan donasi yang tidak bisa disampaikan secara langsung boleh hubungi kami LPAI Kabupaten Lampung Timur,” katanya.
Harapan: Zulya Ulfa Segera Pulih dan Kembali Tersenyum
“Semoga ananda Zulya Ulfa cepat sehat dan dapat bermain bersama anak-anak seusianya,” harapnya.
Ajakan Kemanusiaan
Mari terus temani perjuangan Adik Zulya Ulfa dan kuatkan perjuangan kedua orang tuanya.
📌 Donasi Kemanusiaan
Bank BRI: 1072-01-000778-30-4
a.n. Amrizal
📞 Konfirmasi & Informasi: 081373154369
Doa Penutup
Semoga Allah SWT membalas setiap kebaikan dengan keberkahan rezeki, kesehatan, dan kebahagiaan bagi semua pihak yang telah membantu. Aamiin ya Rabbal Alamin 🤲❤️
(Haris)